Fungsihasil kebudayaan berupa alat dari batu ini diklaim Padajaman dahulu kala, patung ini seringkali dianggap sebagai dewa ataupun Tuhan. Banyak bangsa yang menjadikan patung menjadi simbol agama dan kepercayaan, contohnya bangsa Arab kuno, India Kuno, Mesir kuno, dll. Akan tetapi seiring dengan perkembangan jaman dan berkat ajaran Rasulullah maka pemikiran manusia menjadi lebih rasional. Dimana menggunakan bahan lunak (tanah liat, gymsum, dan lilin) atau bahan keras (kayu,batu, dab logam). Patung berbentuk tiga dimensi adalah karya seni patung yang memiliki ukuran panjang, lebar, tinggi atau memiliki volume yang dapat dilihat dari segala arah. Karya seni patung termasuk dalam karya seni rupa murni. Fungsiritual/upacara, Menurut Widia dkk, (1990/1991:18) sesungguhnya sejak zaman prasejarah mulai dari bentuk yang paling sederhana patung difungsikan sebagai simbol roh nenek moyang atau media pemujaan. Oleh karenanya banyak diketemukan peninggalan patung sederhana yang berasal dari masa megalitik pada tempat-tempat suci seperti di Pura. Padazaman prasejarah, cara manusia purba mendokumentasikan informasi yaitu dengan membuat tulisan atau ukiran ke dalam bentuk simbol maupun gambar di dinding gua. Gambar alat komunikasi zaman prasejarah dan sejarah menjadi lambang atau simbol visual berupa gambar binatang sebagai alat bantu komunikasi di zaman paleolitikum misalnya. Fungsipatung pada zaman prasejarah adalah sebgai media 2 Lihat jawaban Iklan Jawaban 2.9 /5 16 novelitadian Pemujaan/penyembahan Iklan Jawaban 3.8 /5 18 acil57 Pada zaman dahulu, patung digunakan sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang, juga sebagai sarana upacara kebaktian orang2 terdahulu karena berbau magis Iklan Ada pertanyaan lain? dXnb3. Patung adalah bagian dari benda yang mudah kita temukan dalam beberapa tempat. Oleh karena itu tidak heran rasanya, jika patung telah diketahui oleh banyak orang mulai dari zaman perunggu, zaman besi, sampai zaman tembaga. Walau sudah dikenal banyak orang, namun belum tentu semua masyarakat tahu asal usul dan cerita latar belakang terbentuknya patung itu sendiri. Dalam hal ini, setidaknya perlu diketahui bahwa sebuah karya seni yang telah hadir sejak dari zaman purba dan semakin berkembang hingga saat ini merupakan karya seni yang wujudnya menghasilkan dalam bentuk tiga dimensi. Karya yang termasuk tiga dimensi ini salah satunya adalah patung itu sendiri. Biasanya karya seni tiga dimensi ini diciptakan dengan beberapa teknik tertentu mulai dari teknik memahat, modeling dengan tanah liat atau kasting dengan cetakan. Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi yang memiliki ciri maupun keunikan tersendiri dari karya seni rupa lainnya. Oleh karena itulah seni patung disebut juga dengan istilah plasticart atau seni plastic. Penyebutan istilah ini dikarenakan, patung sangat mudah dibentuk sesuka hati. Bahkan tidak jarang ada pula yang menyebutkan bahwa seni patung bisa di artikan sebagai seni bentuk, dimana setiap bentuk-bentuk yang dibuat tersebut memiliki keindahannya masing-masing. Bukan hanya itu saja, dalam dunia kesenian orang yang membuat patung diberi nama atau disebut dengan istilah pematung. Tugas pematung yang berhasil menghasilkan karya seni patung ini pada umumnya diciptakan atau dibentuk untuk memenuhi kebutuhan batin manusia sesuai dengan yang mereka suka atau kehendaki, juga untuk bisa dinikmati nilai keindahannya dari bentuk patung yang telah terbentuk dengan baik. Tujuan Pembuatan Patung Adapun yang termasuk tujuan pembuatan patung adalah sebagai berikut; Seni patung pada masa sejarah bertujuan untuk bidang keagamaan Perlu anda ketahui bahwa pada dasarnya pembuatan patung tidak hanya dilakukan di masa-masa sekarang ini. Akan tetapi, karya seni patung telah ada sejak zaman dahulu. Maka dari itu, dengan perkembangan zaman yang semakin maju inilah patung bisa dibentuk dengan berbagai teknik yang lebih canggih dibanding zaman dahulu kala. Pembuatan patung yang dilakukan pada zaman sejarah dahulu, memiliki tujuan tertentu. Dimana tujuan tersebut ialah untuk kegiatan keagamaan. Patung banyak mewarnai kehidupan-kehidupan yang ada pada zaman hindu dan budha, dan dari sanalah patung di buat dengan khusus untuk menghormati dewa maupun orang-orang yang patut diteladani dengan baik. Sehingga dengan hal demikian, pembuatan patung pada waktu itu hanya untuk sebatas tujuan keagamaan, maka patung dibentuk dengan benar – benar menggunakan hati dan rasa penghormatan yang begitu tinggi. semakin lambat laut, perkembangan pembuatan patung ini kemudian dipakai untuk monument atau sebuah peringatan dari setiap kejadian maupun peristiwa besar yang terjadi pada suatu bangsa, kelompok dan perorangan. Pada jaman sekarang seni patung sering di ciptakan untuk hiasan penciptanya Berbeda dengan arti sejarah dahulu kala, pembuatan patung di masa sekarang ini cenderung memiliki tujuan yang lebih bebas dan tidak begitu mengikat. Karena tujuan pembuatan patungnya adalah untuk kepentingan sang pncipta patung itu sendiri yaitu agar bisa dinikmati dengan baik. Maka dari itu banyak sekali pematung yang membuat patung dengan daya imajinasi mereka sendiri, namun tetap tidak meninggalkan nilai-nilai artistik yang ada. Selain itu pembuatan patung yang dibuat oleh pematung di masa sekarang ini juga cenderung lebih mengarah untuk hiasan atau dekorasi. Sehingga tidak heran jika patung juga banyak diperjual belikan, karena memiliki nilai ekonomi juga. Biasanya jika anda berkunjung ke Yogyakarta, Bali, maupun kota Jepara akan anda temukan berbagai jenis patung yang dijual untuk hiasan suatu ruangan tertentu. Fungsi Pembuatan Patung Sedangkan untuk fungsi pembuatan patung yang diuraikan sebagai berikut ini; Patung Sebagai Monumen Pernahkah anda mendengar istilah monument? Monument merupakan salah satu pengertian yang disematkan untuk memperingati suatu hal kejadian atau peristiwa tertentu. Perlu anda ketahui bahwa fungsi patung yang pertama kali ialah digunakan sebagai monumen yang lebih tepatnya difungsikan untuk mengenang setiap jasa tokoh atau kelompok tertentu. Salah satu contohnya yaitu untuk mengenang jasa-jasa tokoh yang sudah berjasa seperti pahlawan. Maka dari itu anda pasti pernah melihat patung pahlawan yang berdiri di tengah jalan, atau pada suatu tempat tertentu. Dimana patung tersebut bertujuan untuk meningat kembali moment atau kejadian penting yang pernah dilakukan oleh tokoh tersebut dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini. Patung Sebagai Dekorasi Fungsi patung yang berikutnya ialah untuk dekorasi atau hiasan. Memang pada dasarnya setiap patung yang telah terbentuk dengan utuh akan mempunyai nilai keindahannya masing-masing. Tentunya dengan nilai keindahannya itupun patung akan memiliki kesan yang baik dan enak untuk dipandang. Maka dari pernyataan itulah patung seringkali dijadikan sebagai dekorasi maupun hiasan untuk ruangan indoor maupun di lingkungan outdoor. Patung Sebagai Kerajinan Patung juga berfungsi untuk seni kerajinan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa patung termasuk salah satu contoh karya seni rupa tiga dimensi. Dari sanalah patung memiliki fungsi untuk kerajinan. Setiap pematung bisa mengekspresikan pembuatan patung yang mereka lakukan sesuai imajinasi maupun daya kreatifitasnya masing – masing. Sehingga tidak heran jiak patung benar-benar dapat dibentuk dengan begitu baik dan memiliki nilai estetika yang begitu tinggi. Bahkan dengan fungsi kerajinan ini, pembuatan patung juga bisa mengarah pada bidang ekonomi yang khusus dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pasar yaitu dilakukannya jual beli. Patung Arsitektur Fungsi patung yang berikutnya adalah untuk melengkapi sebuah kontruksi bangunan dalam bidang arsitektur. Sehingga dengan fungsi ini ada yang namanya patung arsitektur. Patung ini memang dibentuk untuk menambah desain arsitektur yang lebih baik lagi, sehingga setiap ruangan yang dibangun dapat tercipta suasana yang lebih hidup dan seimbang. Patung Seni fineart Patung juga berfungsi sebagai suatu seni atau dinamakan pula dengan istilah fineart atau seni murni. Dengan fungsi tersebut patung dapat dibentuk untuk memenuhi kepentingan estetik dan bisa dikembangkan semakin maju dan lebih baik lagi sesuai dengan bidang pematung itu sendiri. Bahkan bentuk patung bisa saja abstrak karena ada sebagain pembuatan patung hanya diketahui makna dan artinya oleh pematung itu sendiri. Nah, demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan berbagai tujuan dan fungsi dari proses pembuatan patung. Semoga memberikan wawasan dan edukasi mendalam bagi kalian yang membutuhkannya. Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Surabaya14 Februari 2022 0235Hai Revi, kakak bantu jawab ya Jawaban yang benar adalah sebagai perwujudan kehidupan para leluhur yang akan menjaga mereka yang masih hidup. Munculnya seni patung di Indonesia pertama kali terjadi pada zaman Perunggu, yaitu tahun 500 SM. Zaman ini dikenal dengan masa perpindahan orang-orang Melayu Muda dari Yunnan ke Indonesia yang membawa kebudayaan hidup bermasyarakat, pengetahuan mengenai cara bercocok tanam, perkakas, senjata untuk berburu, dan patung-patung perwujudan manusia. Memasuki zaman Megalitikum, ditemukan sebuah teknik pembuatan alat-alat yang lebih canggih, dinamakan teknik metalurgi. Ditemukannya metode baru tersebut membuat orang-orang dapat menciptakan karya seni yang terbuat dari logam dengan motif yang lebih rumit. Corak seni patung yang berkembang pada masa prasejarah di Indonesia lebih pada corak Monumental, yaitu corak yang mewakili kesenian gaya neoliti. Corak ini memiliki ciri penggambaran pada wujud patung dibuat secara frontal dengan motif-motif simbolik yang sederhana. Seni patung tersebut didominasi oleh gaya Polinesia dengan ciri-ciri desainnya yang sederhana, mendekati bentuk asli bahannya, bergaya kaku, dan bersudut-sudut. Salah satu contoh patung gaya kebudayaan Polinesia yang sangat terkenal adalah patung Eta Moai di Pulau Paskah. Di Indonesia patung yang serupa banyak tersebar di beberapa wilayah, seperti Palembang, Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Irian Jaya. Contoh yang paling terkenal di Indonesia berada di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dengan nama patung Tadulako. Tinggi patung tersebut adalah empat meter. Sama seperti patung Eta Moai di Pulau Paskah, patung Tadulako juga digambarkan tanpa memiliki kaki, namun memperlihatkan alat kelamin laki-laki dengan jelas. Jadi, jawabannya adalah sebagai perwujudan kehidupan para leluhur yang akan menjaga mereka yang masih hidup. Semoga membantu Looks like you've followed a broken link or entered a URL that doesn't exist on Netlify. Back to our site If this is your site, and you weren't expecting a 404 for this path, please visit Netlify's "page not found" support guide for troubleshooting tips. Netlify Internal ID 01H2Y05N584Y5PSHW3NDG5Y0GQ A. Seni Patung Adalah? Secara sederhana, patung diartikan benda tiruan, baik manusia ataupun binatang yang teknik pembuatannya dipahat. Hal ini didasarkan dari penerjemahan kata sculpture yang mengacu pada seni ukir dan pahat. Dalam pengertian yang lebih luas, seni patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi, artinya memiliki ruang atau volume sehingga dapat dilihat dari berbagai arah. Seni patung dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yang indah. Bentuk seni patung mempunyai berbagai ukuran, dari yang kecil sampai yang besar. Sesuai perwujudannya, seni patung dapat dibuat dari berbagai macam bahan, alat dan teknik. Dengan demikian yang dimaksud dengan seni patung adalah hasil ekspresi jiwa manusia dengan cara membuat bentuk visual menggunakan media tiga dimensi dengan tujuan sebagai keindahan. B. Pengertian Seni Patung Menurut Para Ahli Berikut ini beberapa pengertian seni patung yang dikemukakan oleh para ahli, baik dalam maupun luar negeri. Mikke Susanto 2011 296, Seni patung adalah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif mengurangi bahan memotong, menatah atau aditif membuat model lebih dulu mengecor, mencetak dan lain-lain. Soenarso dan soeroto 1996 6, Seni patung adalah semua karya dalam bentuk meruang. Myers 1958 131-132, Seni patung adalah karya tiga dimensi yang tidak terikat pada latar belakang apa pun atau bidang manapun pada suatu bangunan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Patung adalah benda tiruan, bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dengan dipahat. C. Fungsi Seni Patung Seni patung di Indonesia sudah dikenal sejak zaman Prasejarah. Sejarah pembuatan patung di Indonesia mempunyai nilai tradisi, patung juga dikaitkan dengan kegiatan religi. Berdasarkan fungsinya patung dibedakan atas Patung Religi, adalah patung untuk sarana beribadah dan bermakna religius. Patung dibuat untuk kepentingan keagamaan misalnya menghormati dewa/orang yang diagungkan, dianggap sebagai symbol orang yang diteladaani, dan symbol Tuhan. Patung Monumen, adalah patung untuk memperingati dan mengenang peristiwa bersejarah, jasa seorang seorang pahlawan besar dalam sebuah bangsa. Patung Arsitektur, yaitu patung yang berfungsi sebagai kontruksi bangunan dan mempunyai nilai keindahan. Patung Dekorasi, yaitu karya seni patung yang dibuat untuk menghias bangunan, taman rumah atau taman rekreasi. Patung seni patung estetika, adalah patung yang hanya betul-betul dinikmati keindahannya. Patung Kerajinan, yaitu patung yang dibuat pengrajin untuk kebutuhan konsumerisme souvenir. D. Jenis-Jenis Patung Jenis patung dilihat dari bentuk dan perwujudannya dapat dibedakan menjadi 2, antara lain 1. Patung figuratif realis, yaitu patung yang merupakan tiruan dari bentuk alam manusia, binatang, dan tumbuhan. 2. Patung nonfiguratif imajinatif, yaitu patung yang secara umum sudah terlepas dari tiruan bentuk alam abstrak. Dalam buku Seni Budaya SMP kelas IX, penerbit Erlangga, mendefinisikan ragam seni patung ke dalam tiga jenis menurut perwujudan karyanya. Antara lain yaitu patung potret, patung badan, dan patung utuh. 1. Patung Potret Patung potret adalah perwujudan karya patung berupa bentuk kepala sampai dengan dada. Ragam karya patung potret ini sering dibuat untuk menggambarkan potret tokoh pahlawan atau orang yang berjasa. 2. Patung Badan Patung badan adalah perwujudan karya patung berupa bagian badan saja, tanpa kepala, dan tanpa anggota badan lainnya. Meskipun demikian, patung badan biasanya masih mencakup sedikit bagian leher, anggota badan atas dan anggota badan bawah. 3. Patung Utuh Patung utuh adalah perwujudan karya patung berupa kepala, badan, anggota badan bagian atas, dan bagian bawah. Dengan kata lain, patung utuh merupakan perwujudan karya patung secara lengkap. Sebagai perbandingan, dalam wacana yang lain seni patung juga dapat dibedakan atas beberapa jenis, yaitu 1. Patung tubuh bentuk dan wujudnya terdiri dari seluruh bagian objek 2. Patung dada bentuk dan wujudnya sebagian dada keatas 3. Patung relief/gambar timbul patung yang bagian belakangnya tidak kelihatan Sedangkan patung relief dibedakan atas Patung Relief Datar, yaitu apabila tebal patung tidak begitu menonjol dari permukaan bidang dasarnya, contoh relief pada uang logam. Patung Relief Tinggi, yaitu apabila tebal patung cukup menonjol dari permukaan bidang dasarnya, contoh relief pada dinding-dinding candi Borobudur. Patung Relief Tembus, yaitu relief pada bagian-bagian tertentu dilubangi, tembus kebelakang bidang dasarnya, contoh patung relief hiasan berbahan kayu atau batu putih. E. Corak Seni Patung Bangsa Indonesia dalam sejarah kebidayaannya memiliki berbagai peninggalan karya seni rupa. Peninggalan atau warisan budaya ini sebagai berupa karya seni patung yang memiliki keragaman corak. Apa yang dimaksud dengan corak patung itu? Corak patung adalah gaya atau kekhasan perwujudan seni patung. Corak patung ini muncul karena pengaruh budaya yang berlaku di masyarakat. Bagi masyarakat dengan budaya primitif, corak seni patung lebih sederhana, misalnya patung suku Asmat di Papua. Bentuknya sederhana dan terbuat dari bahan alam. Sebaliknya pada masyarakat modern biasanya memiliki karya seni patung yang lebih beragam. Berikut beberapa macam corak seni patung modern. 1. Representatif Corak patung representatif adalah gaya patung yang meniru bentuk-bentuk alami, misalnya bentuk manusia, bentuk tumbuhan, dan bentuk binatang. Perwujudan patung corak ini secara fisik menyerupai bentuk aslinya, misalnya patung kuda yang benar-benar menyerupai bentuk kuda, baik anatomi maupun proporsinya. 2. Deformatif Corak patung deformatif adalah gaya patung yang perwujudan bentuknya didasarkan dari bentuk alami, namun terdapat perubahan-perubahan bentuk. Meskipun demikian, perubahan bentuk ini tidak meninggalkan konsep dasar dari bentuk-bentuk yang ditiru. 3. Abstrak Corak patung abstrak adalah gaya patung yang bentuknya jauh dari bentuk-bentuk alami, bahkan menuju bentuk dasar benda seperti kubus, kerucut, piramid, silinder, atau bola. Gaya patung ini dipengaruhi pemikiran konstruksi yang dipandang sebagai bentuk yang disusun dari berbagai bahan. F. Teknik Berkarya Seni Patung Beberapa teknik dalam berkarya seni patung 1. Teknik pahat Teknik pahat adalah pembuatan karya seni patung dengan cara mengurangi bahan dengan alat bantu pahat dan palu. Bahan yang telah dipahat tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula. Oleh karena itu teknik ini lebih sulit daripada teknik butsir. Bahan yang dapat diterapkan dengan teknik pahat yaitu kayu dan batu. 2. Teknik butsir Teknik butsir adalah pembuatan karya seni patung dengan cara memijat-mijat bahan, mengurangi dan menambah bahan dengan bantuan alat sudip/butsir. Bahan yang digunakan pada teknik butsir yaitu tanah liat, plastisin, lilin, dan sabun. 3. Teknik cor Teknik cor adalah pembuatan karya seni patung dengan cara membuat alat cetakan kemudian menuangkan adonan bahan ke dalam alat cetakan. Bahan yang digunakan pada teknik cor yaitu semen dan gipsum. 4. Teknik Las Teknik las yaitu pembuatan karya seni patung yang dilakukan dengan cara menggabungkan bahan satu kebahan yang lain menggunakan teknik las sesuai bentuk yang diinginkan. Bahan yang digunakan pada penerapan teknik las yaitu logam/ besi. 5. Teknik Cetak Teknik cetak adalah pembuatan karya seni patung dengan cara membuat cetakan, menuangkan bahan ke dalam cetakan, dan membuka cetakan. Bahan yang sering digunakan untuk membuat cetakan adalah tanah liat dan gipsum, sedangkan bahan untuk membuat patung dengan teknik ini yaitu logam besi, alumunium, perunggu, perak, emas, dll yang dipanaskan hingga mencair, serta lilin. 6. Teknik Asembling/merakit. Teknik merakit adalah pembuatan karya seni patung dengan cara merakit sebuah komposisi dari benda-benda, kertas, kayu dan tekstil. 7. Teknik Modeling Teknik modeling yaitu pembuatan karya seni patung dengan cara memijit, meremas dan membentuk sesuai bentuk yang diinginkan tanah liat, plastisin, lilin, bubur kertas. 8. Teknik Konstruksif menempel Teknik konstruksif yaitu cara membuat patung dengan menyusun bahan baik dengan kerangka maupun tidak. G. Alat dan Bahan Seni Patung Dalam berkarya seni patung seorang seniman membutuhkan perantara yang diperlukan untuk menunjang pembuatan karya seni patung. Perantara yang dimaksud adalah bahan, alat, dan teknik yang digunakan dalam berkarya seni patung. 1. Bahan Bahan yang diperlukan dalam pembuatan karya seni patung dapat dikelompokkan menjadi lima, bahan lunak, bahan sedang, bahan keras, bahan cor/ cetak, dan bahan lainnya. Berikut uraiannya. a. Bahan lunak atau plastis Berasal dari bahan empuk dan mudah dibentuk tanah liat, sabun, plastisin, dan bubur kertas. b. Bahan sedang Bahan ini tidak lunak dan tidak keras, kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu mahoni. c. Bahan keras Bahan keras berupa, gading, tulang, tanduk, kayu jati, sonokeling, ulin, batu-batuan padas, granit, andesit, dan pualam/marmer d. Bahan cor/cetak Yang termasuk bahan cor adalah semen, pasir, gips, logam, timah perak, emas, dan bahan kimia fiber, resin e. Bahan lain disekitar kita kertas, besi, kaca, dan bahan-bahan bekas 2. Alat Peralatan yang diperlukan untuk pembuatan karya seni patung tergantung pada bahan dan teknik yang digunakan. Selanjutnya alat yang digunakan untuk pembuatan patung adalah sebagai berikut; a. Butsir Butsir adalah alat yang diperlukan untuk membuat karya seni patung yang terbuat dari bahan kayu dan kawat. Butsir digunakan pada media bahan lunak tanah liat, sabun, plastisin. b. Meja putar Meja putar yaitu alat bantu berkarya seni patung untuk media bahan tanah liat, fungsinya mengontrol bentuk patung dari berbagai arah. c. Pahat Pahat merupakan alat bantu pembuatan karya seni patung yang terbuat dari bahan baja. Alat ini digunakan pada media bahan keras dengan cara memahat, mengurangi dan membentuk bahan. d. Palu Palu merupakan alat pembuatan karya seni patung yang berkaitan dengan pahat. Palu untuk pahat ukir terbuat dari bahan kayu, sedangkan palu untuk pahat batu terbuat dari bahan logam. e. Cetakan Cetakan merupakan alat pembuatan karya patung yang terbuat dari bahan gipsum. bentuknya merupakan negatif dari bentuk patung yang akan dibuat. Kegunaannya adalah sebagai alat cetak patung dalam jumlah banyak. f. Cetok Cetok merupakan alat yang digunakan untuk membuat karya seni patung yang berbentuk sendok. Kegunaan alat ini untuk mengambil adonan semen dan pasir sekaligus pembentukan patung. g. Tang Tang merupakan alat pembentuk karya patung yang berguna untuk memotong dan mengikat kawat. Alat ini digunakan pada teknik asembling yang menggunakan bahan besi dan kawat. h. Las Las merupakan alat pembuat karya seni patung yang berguna untuk merekatkan bahan logam. Alat ini diperlukan pada teknik las dengan memanfaatkan energi panas yang dihimpun dari karbit atau listrik. Baca juga Pengertian Pameran, Jenis-Jenis Pameran, Fungsi dan Tujuan Pameran Seni Rupa Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan, Pengertian dan Contohnya Prinsip-Prinsip Seni Rupa serta Penjelasan Lengkapnya H. Langkah-langkah Membuat Patung Setelah mengetahui pengertian, fungsi, jenis, alat dan bahan, serta teknik membuat patung, selanjutnya mari kita praktekkan. Berikut ini adalah cara membuat patung dari bahan lunak dan bahan keras. 1. Langkah Membuat Patung dari Bahan Lunak Membuat patung dari bahan lunak menggunakan teknik pijit/membentuk dengan langkah-langkah sebagai berikut a. Buatlah sketsa bentuk patung manusia sesuai keinginan b. Siapkan bahan lunak dan alat yang diperlukan plastisin, kawat, papan/ alas, dan butsir c. Proses membentuk Buatlah kerangka manusia dari kawat di atas papan. Ambil plastisin secukupnya. Bentuklah bagian paling bawah terlebih dahulu, yaitu kaki. Buatlah bagian kaki dan tungkainya terlebih dahulu. Buatlah bagian badan. Buatlah bagian kepala. Buatlah bagian lengan. Buatlah bagian tangan. Jika bentuk patung manusia sudah jadi secara utuh, lanjutkan dengan memberikan detail bagian perbagian menggunakan alat bantu butsir. d. Bagian akhir/ Finishing Haluskan semua permukaan bentuk manusia tadi dengan jari tangan. Jika pembuatan patung sudah selesai, simpan patung di tempat yang aman. 2. Langkah Membuat Patung dari Bahan Keras Membuat patung dari bahan keras menggunakan teknik pahat dan ukir, dengan langkah-langkah sebagai berikut a. Buatlah model patung sesuai keinginan b. Siapkan balok kayu sesuai ukuran yang direncanakan, lalu pindahkan model/ gambar pada permukaan balok kayu tersebut. c. Lanjutkan pemotongan dengan gergaji jika kayu terlalu besar, kemudian pahatlah sedikit demi sedikit sampai mendekati global. d. Buatlah bentuk global lebih detail sesuai rencana e. Sempurnakan bentuk detail tadi dengan cara dihaluskan pakai amplas. f. Terakhir finishing dengan cat melamin/ akrilik. Demikian ulasan tentang "Seni Patung Adalah? Pengertian, Fungsi, Jenis, Teknik, Alat dan Bahan" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel seni patung menarik lainnya hanya di situs

fungsi patung pada zaman prasejarah adalah sebagai media