KueLapis Kojo by Instagram @pempekmama. Agar lebih paham dengan palembang, ada baiknya kamu mampir ke ulasan wisata palembang supaya kamu tidak kebingungan jika suatu saat memutuskan untuk menjadikan palembang sebagai destinasi wisatamu. Selamat mengeksplore palembang! 0. MemilihKue Lapis Palembang . 7 Mei 2021 22:31 Diperbarui: 7 Mei 2021 22:34 1657 6 1 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto Sumber : Deddy Huang. Meski lebaran katanya gak bakalan ada acara umpak-umpakan atau sanjo (saling menunjungi) karena himbauan pemerintah. Trik Dandan Simpel agar Kece Difoto Tanpa Edit dan Filter Yana Haudy 593 EngkakKetan Makanan Manis Kue Lezat Kue Lapis . Resep Dan Cara Membuat Kue Engkak Ketan Yang Enak Nyokmasak Http Youtu Be Ydajvck5s8e Resep Resep Masakan Kue . Kue Engkak Ketan Asian Desserts Food Desserts . Cerita Pulang Ke Palembang Engkak Ketan Maksuba Resep Makanan Resep Kue Mangkok Makanan Manis . Resep Maksuba Kue Lapis Asli Palembang Kuelapis menjadi makanan yang disukai karena memang rasanya yang enak, tak heran jika peminatnya juga sangat tinggi. Kue lapis pun juga mudah ditemui, maka kue ini pun sering dijadikan menu makanan saat sedang ada acara ataupun sekedar cemilan di rumah. Nah berikut ini resep cara membuat kue lapis yang mudah dicoba. 1. resepkue delapan jam khas palembang buat kue delapan jam yuk, yg kangen ama panganan khas palembang. neh ada tipsnya agar tidak mengukus sampai 8 jam, ini . belajar bikin kue basah palembang lapis legit, maksuba, engkak dan lapis kojo. resep kue tiramisu - roemah desiree bahan-bahan tiramisu: - 6 kuning telur - 3 sdm susu - 4 sdt kopi ResepBolu Lapis Nanas oleh dewi natalia - Cookpad Resep Bolu Lapis Nanas oleh Debi Riana - Cookpad Jual Kue Lapis Nanas asli Palembang size 20x20 di Lapak Alesha. Oleskan loyang bulat diameter 20 cm susun buah nanas di dasar loyang tuang adonan ke dalamnya. Pada bahan Puding silahkan rebus susu cair gula pasir selai bluberi dan agar-agar zIFjk. Saat lebaran tiba, beragam makanan bakal tersaji di atas meja. Seperti makanan manis hingga pedas, seperti lauk sampai kudapan. IDN Times bakal kasih tahu kalian cara bikin Maksuba, kue khas Palembang yang pasti dijumpai saat lebaran maksuba bercita rasa manis dan legit. Warnanya kuning dengan garis-garis hitam di tengah, membuatnya terlihat seperti kue lapis. Bentuk garisnya yang tidak beraturan membuat kue ini menjadi menjadi kue spesial karena biasanya menjadi sajian pada hari-hari penting, seperti momen Idulfitri atau pesta pernikahan. Kue ini termasuk hidangan yang istimewa karena sering disajikan dengan tujuan untuk menghormati para kerabat atau tamu yang datang pada hari tersebut. Baca Juga Cara Bikin Lapis Legit Khas Palembang, Sajian Wajib Saat Lebaran 1. Bahan dan cara membuatnyaCara membuat kue maksubah khas Palembang IDN Times/Feny Maulia AgustinDalam proses pembuatan, kue Maksuba atau kue basah Khas Palembang membutuhkan bahan pokok telur ayam dan telur bebek. Tujuannya agar adonan kue jadi lebih padat dan mengembang ketika matang."Selain Maksuba 15 lapis, kami juga menjajakan Engkak, kue Kojo dan kue lapis," kata Pemilik Dapur Dila Titik, Sutinah kepada IDN Times, Sabtu 23/5.Bahan20 butir telur ayam10 butir telur bebek700 gram gula pasir100 gram butter100 gram margarin350 gram susu kental manis goldCara membuat1. Pertama masukan telur bebek sebanyak 10 butir2. Masukan telur ayam sebanyak 20 butir3. Kemudian diaduk secara manual sampai ancur4. Masukan 700 gram gula pasir5. Diaduk kembali hingga merata6. Disaring adonan gula dan telur7. Setelah disaring masukan perlahan SKM kemudian diaduk kembali8. Kemudian masukan butter dan margarin yang sudah dicairkan sebanyak 200 gram9. Masukan adonan maksuba ke dalam loyang yang sudah dioleh dengan mentega dilapisi kertas roti kemudian diberi mentega lagi, ukuran loyang 20x2010. Saat akan memanggang masukan adonan perlapis, lapis pertama hingga 15 Dipanggang selama 3 jam pakai api atas dan api bawah sembari tes tusuk12. Setelah matang Maksubah Khas Palembang siap dicoba. Baca Juga Cara Bikin Kue Nastar Buat Lebaran, Bisa Tahan Hingga 3 Bulan 2. Orderan Maksuba khas Palembang sudah sampai Pulau Jawa Cara membuat kue maksubah khas Palembang IDN Times/Feny Maulia AgustinUsaha kue yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi Lorong Karang Kuang Darat RT 17 nomor 369 Kawasan 10 Ilir Palembang, telah berdiri sejak 12 tahun lalu dan sudah menjual hasil produksinya hingga ke Pulau Jawa."Biasanya banyak yang pesen lewat instagram dapurdilatitik atau langsung WhatsApp ke 082184675020. Orderan ada yang kirim ke Padang, Bandung, Yogyakarta, Jambi, dan Jakarta. Tapi karena ini industri rumahan, kalau tidak lebaran hanya menerima pesanan kue tampah dan pempek," jelas Maksuba dijual Rp200-Rp300 ribuKue maksubah khas Palembang IDN Times/Feny Maulia AgustinSutinah mengaku, meski para pelanggan setia masih memesan kue hasil buatannya untuk hari raya Idulfitri 1441 Hijriyah, namun pandemik COVID-19 membuat pesanan mengalami penurunan drastis hingga 50 persen."Tahun lalu 400 loyang habis, tahun cuma 200-an loyang. Satu loyang bahan premium harganya Rp200 ribu-Rp300 ribu, untuk kue Engkak Jola, lapis plum dan lapis keju. Sedangkan Maksuba teluar ayam dijual Rp250 sedangkan telur bebek Rp300 ribu," tandas dia. Baca Juga 3 Resep Ala Susi Pudjiastuti, Dari Pindang Ikan Hingga Keong Sawah Kota Palembang memiliki beragam kuliner yang khas. Beberapa di antaranya sudah sangat terkenal seperti pempek yang disajikan dengan cuka, tekwan, pindang ikan yang diberi potongan nanas untuk menambah rasa, mie celor, dan lain-lain. Tidak hanya makanan berat saja, ibukota Sumatera Selatan ini juga memiliki berbagai kue tradisional. Jika Sumenep punya kue mento, Riau kue bangkit, maka Palembang punya kue pare, bolu suri yang mirip bika ambon, kue gonjing, kue kumbu, dll. Berikut ini merupakan aneka jajanan dan kue khas Palembang yang wajib dicoba ketika berkunjung ke ibukota Sumatera Selatan tersebut. 1. Kue Delapan Jam❤️2. Kue Maksuba❤️3. Engkak Ketan❤️4. Talam Gandus❤️5. Lapis Kojo❤️6. Kue Lumpang❤️7. Kue Srikaya❤️8. Dadar Jiwo❤️9. Kue Ragit❤️10. Martabak HAR❤️ 1. Kue Delapan Jam❤️ Foto By mslittlekitchen Kue tradisional yang satu ini memang memiliki nama yang cukup aneh. Namun, di balik namanya ada sejarah yang cukup unik nih. Dulu, ternyata untuk membuat kue ini diperlukan waktu 8 jam lho! Makanan yang biasa disebut kue lapan jam ini memang sekilas mirip lapis legit, namun dari segi rasa, lebih mirip dengan bolu. Bahan-bahan untuk membuatnya antara lain tepung terigu, telur, margarin, dan gula. Salah satu toko kue yang menjual kue ini adalah Kue Khas Palembang Hj. Cekrum dengan harga per loyangnya Rp. Toko kue ini terletak di Jl. Merdeka Lorong Roda No. 29 atau kalian bisa hubungi nomor yang ada di 2. Kue Maksuba❤️ Foto By pempekmama Ada lagi nih, kue basah yang mirip dengan kue delapan jam secara tampilan, yaitu kue maksuba atau maksubah. Namun, cara membuatnya berbeda sehingga tekstur lebih empuk dan lunak. Kue ini terbuat dari telur bebek, mentega, gula, dan susu kental manis. Uniknya, kudapan tersebut tidak menggunakan pengembang meskipun jumlah telur yang digunakan cukup banyak. Untuk membeli salah satu kue terfavorit di Palembang ini, kalian juga bisa beli di Kue Khas Palembang Hj. Cekrum dengan harga per loyangnya Rp. Jika dari luar kota, kamu boleh menghubungi nomor yang tertera pada situs resmi mereka. 3. Engkak Ketan❤️ Foto By megarahayu889 Kalo kudapan yang satu ini merupakan kue lapis khas Palembang yang memiliki tekstur lembut, empuk, dan kenyal. Wangi santan dan kelapa sangrai pun membuatnya berbeda dari kue lapis lain pada umumnya. Jajanan pasar ini dibuat dengan menggunakan tepung ketan hitam atau tepung ketan putih. Kini, kita dapat menjumpai berbagai varian rasa seperti durian, coklat, dan keju. Makanan tersebut merupakan salah satu yg wajib ada saat lebaran. Buat yg ingin mencoba kue ini, kalian bisa membeli di Kue Khas Palembang Hj. Cekrum atau pasar tradisional yg ada di Palembang dengan harga yg cukup murah, kisaran harganya masih di bawah Rp. per buah lho! 4. Talam Gandus❤️ Foto By dillabites Kue talam gandus merupakan kue khas Palembang yg cukup terkenal sebagai kue basah yang berukuran kecil dan tanpa bungkus. Selain di ibukota Sumsel, kudapan tersebut juga ditemukan di daerah lain seperti Jambi serta Lampung. Talam gandus terbuat dari tepung beras, santan, pandan, serta sedikit garam. Adonan ini kemudian dicetak di atas loyang untuk dikukus dua kali. Kudapan tersebut disajikan dengan berbagai topping seperti udang ebi, potongan seledri, cabai merah, dan bawang goreng. Jika berkunjung ke Sumatera Selatan, kalian bisa mencari kue ini di berbagai warung dan pasar tradisional dengan harga yg cukup murah, per buahnya di bawah Rp. Kudapan tersebut cocok untuk dimakan dengan minuman hangat lho! 5. Lapis Kojo❤️ Foto By bundarayyanew Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa lapis kojo merupakan kue lapis seperti pada umumnya. Hanya saja, penggunaan daun pandan pada pembuatan kudapan ini membuat rasa dan aroma lebih harum sehingga disukai banyak orang. Bahan-bahan lain yg digunakan untuk membuat kue lapis ini adalah telur bebek, gula pasir, santan, sedikit terigu, susu kental manis, dan mentega. Satu ciri khasnya adalah adanya pembatas garis hitam sisa panggangan. Lapis asli Palembang ini banyak dijual di toko kue dan pasar tradisional. Salah satunya adalah Bangau Pastry yang berlokasi di Jl. Mayor Ruslan No. 22/1143. Harga satuan yang ditawarkan pun cukup murah, yakni Rp. 6. Kue Lumpang❤️ Foto By susan_hasbi Dengan bahan dasar tepung tapioka dan tepung beras, kue ini merupakan salah satu cemilan dengan warna hijau yg disukai oleh banyak orang. Bentuknya pun unik karena memiliki cekungan di tengah seperti lumpang. Tidak hanya warna hijau, tapi ada berbagai varian warna karena penggunaan pewarna alami seperti ubi ungu, pandan, dan gula merah. Parutan kelapa di atas kue ini pun akan membuat rasanya semakin gurih. Di Palembang, kue lumpang bisa kalian temukan dengan cukup mudah di warung dan pasar tradisional dengan harga yg murah juga lho, yakni harga satuannya mulai dari Rp. 7. Kue Srikaya❤️ Foto By dapoerimeh Sama dengan selai srikaya, kue ini dibuat juga dari buah srikaya yg terkenal manis. Resep kudapan tersebut pun cukup sederhana, yaitu hanya dengan telur, santan, gula, dan srikaya yang dipotong lalu ditumbuk. Kalian bisa bikin sendiri di rumah! Untuk menambahkan aroma, sedikit daun pandan juga digunakan dalam pembuatannya. Biasanya, kue ini disajikan di dalam cup-cup kecil, dengan harga yg murah, yakni Rp. di pasar tradisional. 8. Dadar Jiwo❤️ Foto By genpisumsel Jajanan khas Palembang yg satu ini merupakan tumisan papaya muda yg dibungkus dengan kulit dadar. Bagian luarnya pun ditambahkan santan kental untuk memperkuat cita rasa gurih. Makanan yg juga bisa disebut sebagai gulungan kuning ini biasanya juga disajikan dengan taburan bawang goreng, abon, daun sop, dan irisan cabe untuk menambahkan rasa gurih. Kalian bisa menemukan makanan ini di berbagai toko kue maupun pasar tradisional di Kota Palembang dengan harga mulai Rp. per porsinya. Murah, kan? 9. Kue Ragit❤️ Kue Ragit, gambar By dewi_yeo Nah, kalo jajanan tradisional yg satu ini adalah salah satu kudapan yg paling dicari saat buka puasa. Ragit merupakan sejenis roti dari tepung terigu yg dimakan bersama dengan kuah kari ayam maupun sapi dengan rasa gurih, sedikit asam, dan pedas. Banyak rempah-rempah yg digunakan untuk membuat kuah untuk makan kue ragit. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yg suka dengan makanan ini, terlebih buat buka puasa. Jajanan tradisional yg satu ini bisa ditemukan dengan mudah, terlebih saat bulan puasa di pasar tradisional. Harganya pun cukup murah, mulai dari Rp. hingga Rp. untuk tiga lembar roti dan kuah kari. 10. Martabak HAR❤️ Foto By yeniiipuspita Martabak yang satu ini adalah inovasi terbaru, karena kudapan ini merupakan kulit lumpia yg diisi oleh telur, tidak dengan daging. Untuk namanya sendiri merupakan nama orang yg menciptakan martabak ini yaitu Haji Abdul Rozak. Martabak ini disajikan dengan saus kari kental dan dapat dibeli di Jl. Jenderal Sudirman, Palembang seharga Rp. per porsinya. Nah, masih terjangkau kan? Itulah beberapa macam kue dan jajanan tradisional Palembang yg tidak kalah enak dari kue kekinian dan bisa dicoba saat berkunjung ke ibukota SumSel. Kalian harus coba karena kebanyakan dari mereka tidak ada di Jakarta! Manakah favoritmu? Erlina yang kini berusia 26 tahun sudah tertarik dengan menulis sejak masuk salah satu Universitas di Jakarta. Kini Erlina bekerja di salah satu Perusahaan di Jakarta. Di luar kerja, Erlina lebih memilih menghabiskan waktu produktif menulis di dan Selasa, 28 September 2021 1616 WIB Kue lapis maksuba dibuat dari telor bebek. Foto inachen08 Iklan Jakarta - Salah satu kue tradisional asal Palembang yang tidak boleh dilewatkan saat menggelar acara adalah maksuba. Di tempat aslinya, maksuba menjadi kue spesial untuk dibawa sebagai hantaran calon pengantin laki-laki saat berkunjung ke kediaman calon pengantin ini hampir mirip dengan kojo yang juga merupakan kue tradisional asal Palembang, menurut Hanya saja, maksuba mengandung susu dan tidak berwarna hijau. Sekilas, kue ini mirip dengan kue lapis legit yang memiliki warna kuning dan kue maksuba ada pada telurnya yang menggunakan telur bebek. Manfaat dari telur ini bisa membuat tekstur kue terasa pulen, padat dan nikmat. Dalam satu kali pembuatan kira-kira dibutuhkan 28 hingga 30 butir telur membuatnya, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang menjadi kunci keberhasilan. Apalagi jika dimasak menggunakan pemanggang tradisional berbahan kayu bakar atau arang kayu. Sebab, pembuatnya perlu menjaga agar kue tidak gosong dan memperhatikan apinya supaya terus menyala dan dulu, kue maksuba ini hanya bisa dibuat oleh juru masak tradisional di Palembang, yakni Panggong. Konon, Panggong mewarisi kemampuan memasak kue secara turun temurun. Namun sekarang siapa saja sudah bisa membuat kue lezat nan lembut satu Biasanya, satu loyang maksuba dapat terbagi menjadi 15 kue yang dihasilkan dari proses selama 3 jam. Karena prosesnya yang panjang, maka kue satu ini dijual dengan harga yang cukup mahal, yakni Rp 200 ribu hingga 350 ribu per FAYOLABaca juga 5 Fakta Unik tentang Kue Bulan, Kue Keberuntungan Artikel Terkait Berkunjung Ke Purwokerto? Jangan Cuma Cicipi Mendoan, Ini Kuliner Khas Lainnya 12 jam lalu Mencicipi Nasi Lesah, Kuliner Langka yang Hanya Ada di Magelang 20 jam lalu Mencicip Ayam Goreng Ninit, Kuliner Legendaris yang Eksis Sejak 1983 1 hari lalu Wedang Ronde Miroso, Kuliner Khas Magelang yang Jadi Langganan Presiden Soekarno 2 hari lalu Unpad Jatinangor Gelar Pameran Koleksi Seratusan Kecap Nusantara pada 13-16 Juni 2 hari lalu Nikmatnya Kupat Tahu Pojok Khas Magelang yang Pernah Jadi Menu di Istana Presiden 3 hari lalu Rekomendasi Artikel Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini. Video Pilihan Berkunjung Ke Purwokerto? Jangan Cuma Cicipi Mendoan, Ini Kuliner Khas Lainnya 12 jam lalu Berkunjung Ke Purwokerto? Jangan Cuma Cicipi Mendoan, Ini Kuliner Khas Lainnya Purwokerto memiliki wisata kuliner yang beraneka ragam, bukan cuma mendoan. Apa lagi? Mencicipi Nasi Lesah, Kuliner Langka yang Hanya Ada di Magelang 20 jam lalu Mencicipi Nasi Lesah, Kuliner Langka yang Hanya Ada di Magelang Di Kota Magelang, penjual nasi lesah yang masih eksis berjualan adalah Warung Pak Badut yang berada di Jalan Singosari Nomor 16 Rejowinangun. Mencicip Ayam Goreng Ninit, Kuliner Legendaris yang Eksis Sejak 1983 1 hari lalu Mencicip Ayam Goreng Ninit, Kuliner Legendaris yang Eksis Sejak 1983 Kedai kuliner Ayam Goreng Ninit didirikan sejak 1983 tanpa mengubah menu dan resepnya. Wedang Ronde Miroso, Kuliner Khas Magelang yang Jadi Langganan Presiden Soekarno 2 hari lalu Wedang Ronde Miroso, Kuliner Khas Magelang yang Jadi Langganan Presiden Soekarno Salah satu kuliner khas Magelang yang cocok disantap para wisatawan saat cuaca dingin adalah Wedang Ronde Miroso. Unpad Jatinangor Gelar Pameran Koleksi Seratusan Kecap Nusantara pada 13-16 Juni 2 hari lalu Unpad Jatinangor Gelar Pameran Koleksi Seratusan Kecap Nusantara pada 13-16 Juni Kecap telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Nikmatnya Kupat Tahu Pojok Khas Magelang yang Pernah Jadi Menu di Istana Presiden 3 hari lalu Nikmatnya Kupat Tahu Pojok Khas Magelang yang Pernah Jadi Menu di Istana Presiden Kota Magelang juga memiliki kuliner khas yang tak kalah menarik, yakni Kupat Tahu. Kuliner Makassar, Wajib Coba 10 Makanan Khas Ini 5 hari lalu Kuliner Makassar, Wajib Coba 10 Makanan Khas Ini Kuliner Makassar bukan cuma coto Makassar. Bisa coba pallumara dan jalangkpote serta 8 makanan khas lainnya. Apa saja? Pandemi Covid-19 Membuat Pencari Resep Semakin Banyak 5 hari lalu Pandemi Covid-19 Membuat Pencari Resep Semakin Banyak Pertumbuhan para pencari resep sangat pesat. Percepatan itu sangat dipercepat oleh adanya Pandemi Covid-19. Mencicip Sop Senerek Bu Atmo, Kuliner Khas Magelang yang Usianya Separuh Abad 8 hari lalu Mencicip Sop Senerek Bu Atmo, Kuliner Khas Magelang yang Usianya Separuh Abad Berbeda dengan kuliner sop di daerah lain yang biasanya bercitarasa gurih, Sop Senerek Bu Atmo identik dengan kuah manis. 7 Kuliner Pasar Kranggan Jogja, Pemburu Hidden Gems Merapat! 10 hari lalu 7 Kuliner Pasar Kranggan Jogja, Pemburu Hidden Gems Merapat! Anda akan merasakan akulturasi kuliner seperti ramen, kwetiau, juga western ala Jogja di TFP Kopi Warung yang ada di Pasar Kranggan, Yogyakarta. - Kue lapis legit selai nanas khas Palembang jadi kudapan yang enak disantap saat merayakan Hari Raya Iduladha bersama keluarga. Memiliki rasa manis namun gurih, pembuatan kue lapis legit ini sejatinya mudah dan bisa dilakukan siapa saja. dominan manis, juga bercampur rasa asam dan gurih menjadi satu, sehingga di lidah terasa begitu nikmat. Penjual kue basah di Kota Palembang, Susroyani, mengatakan kue lapis legit selai nanas tersebut jadi buruan warga setempat jelang Hari Raya Iduladha. "Kue ini lapis legit selai nanas bertekstur yang padat dan lembut. Itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya," ujar Susroyani, salah sati penjual kue basah di Palembang, Sumatera Selatan. Baca Juga 3 Resep Sambal Cumi Tidak Bikin Bosan di Lidah Nah, Anda ingin mencoba membuat kue lapis legit selai nanas khas Palembang sendiri? Simak resepnya berikut ini ya! Bahan-bahan Telur ayam 25 butir,Susu kental manis secukupnya,1/2 kilogram mentega atau margarin,Selain nanas untuk setiap lapis,3,5 ons gula pasir, dan2,5 ons gandum atau tepung terigu,Cara pembuatan Siapkan semua bahan,Pisahkan semua kuning dan putih telur ayam,Kemudian mixer margarin dan gular agar bercampur dan mengembang,Lalu, mixer pula putih telur sampai keluar busa,Campuran gula dan margarin itu tambahkan kuning telur, aduk kembali sampai mengembang,Selanjutnya, tambahkan tepung terigu dan campurlah putih telur yang sudah berbusa,Usai adonan siap, siapkanlah loyang yang sudah dioles dengan margarin dan masukkan adonan lapis per lapis yang tiap lapisnya dioleskan selai nanas, danTiap lapisan dipanggang selama 15 menit menggunakan oven."Perlu diingat juga untuk awal pakai api bawah. Setelah itu lapisan kedua gunakan api bawah dan atas yang tak terlalu besar. Biasanya untuk mengembang dan matang itu perlu memanggang sekitar 4 jam," tutupnya. Kontributor Rio Adi Pratama Baca Juga Resep dan Tips Buat Cah Sayur Kol, Menu Makanan Enak dan Rasanya Krenyes-Krenyes Banget Palembang ANTARA - Kota Palembang, Sumatera Selatan, sudah tersohor dengan kuliner khasnya berbahan daging ikan, empek-empek. Kota yang dibelah Sungai Musi ini ternyata juga memiliki beraneka ragam jenis kue basah yang tak kalah menggoyang lidah dibandingkan pempek. Kue basah seperti maksuba, delapan jam, engkak ketan, lapis kojo, lapis legit ini kerap dijumpai di rumah-rumah warga sebagai sajian untuk menerima tamu terutama saat Lebaran. Salah satu kue basah yang selalu menjadi buruan karena rasanya yang legit yakni lapis kojo. Kue berwarna hijau bertekstur lembut ini menawarkan sensasi berbeda jika dibandingkan kue basah lain. Ciri khasnya terletak pada adanya bau wangi yang berasal dari daun padan dan daun suji. Kue yang tergolong bingen ini juga terbilang tak sembarang karena setidaknya dibutuhkan waktu hingga 3,5 jam untuk memanggangnya di atas tungku api. Ini demi mendapatkan tekstur berlapis-lapis pada setiap irisan kuenya. Pembuat tidak bisa memanggang adonan sekaligus dalam satu loyang. Oleh karena itu dibutuhkan kesabaran dalam membuat kue lapis kojo ini. Pada era sebelumnya, di mana belum adanya alat pemanggang kue listrik diketahui para terdahulu menggunakan tungku. Tungku yang sudah dipanaskan menggunakan arang itu ditelungkupkan di atas loyang selama beberapa menit, sampai lapisan adonan masak. Lalu tungku dipanaskan lagi, dan begitu seterusnya sampai adonan habis. Kini hal itu sudah jarang dilakukan warga Palembang, walaupun masih ada. Para ibu-ibu lebih banyak menggunakan oven listrik yang mendapatkan panas dari api di bagian atas dan bagian bawah. Keunikan lain dari kue kojo lapis ini, dari cara pembuatannya, yang mana tak perlu menggunakan mixer dalam membuat adonan. Pembuat cukup mengaduk seperti biasa saat mencampurkan bahan-bahan makanannya. Lalu, adanya penggunaan daun pandan dan daun suji sebagai pewarna alami yang seakan menegaskan bahwa kue ini memang sudah lama berada di tengah-tengah masyarakat Palembang. Biasanya, lembaran daun ini diperoleh dengan mudah oleh para ibu-ibu dari pekarangan rumah sendiri. Amelia, ibu rumah tangga di kawasan Sematang Borang Palembang, yang biasa menerima pesanan kue basah khusus Lebaran, Minggu, berbagi kiat mengenai cara membuat kue lapis kojo ini. Adapun bahan-bahan yang digunakannya yakni 500 ml santan kental yang berasal dari dua butir kelapa, 100 ml jus daun pandan dan daun suji yang biasanya dari 15 lembar daun padan dan daun suji, 150 gram gula pasir dan setengah sendok teh garam. Kesemua bahan itu dicampur lalu direbus sampai mendidih, dengan catatan jangan sampai pecah santan. Lalu, menyiapkan 150 gram mentega kemudian lelehkan di atas api. Dilanjutkan dengan membuat adonan kedua yang terdiri atas 15 butir telur ayam, 210 gram gula pasir, pasta vanila secukupnya, gula fermentasi sebanyak satu sendok teh untuk menghilangkan bau amis dari telur. Bahan-bahan ini diaduk rata sampai larut dengan gula. Kemudian ditambahkan 200 ml kental manis. Kue basah asal Palembang, maksuba kiri, delapan jam, kojo lapis bawah. ANTARA/Dolly Rosana Proses pencampurannya tak perlu menggunakan alat mixer, atau cukup menggunakan twist. Lalu, masukkan air rebusan santan dan daun pandan yang sudah dibuat sebelumnya, dengan catatan disisakan sedikit untuk mengaduk terigu. Kemudian, menyiapkan adonan yang ketiga yakni 100 gram tepung terigu, dua sendok susu bubuk, lalu dicampur dengan air rebusan santan dan daun pandan. Lalu masukkan adonan ketiga dan kedua sampai tercampur rata, untuk kemudian dimasukkan adonan mentega cair. Kemudian ditambahkan pasta pandan untuk mempercantik warna. Setelah kesemua adonan menjadi satu, maka adonan ini disaring agar menghasilkan tekstur kue yang cantik untuk dilajukan ke tahapan pemanggangan adonan. Mula-mula, siapkan loyang berukuran 18x18x7 cm, lalu bagian permukaan loyang diolesi minyak goreng, namun bagian dinding loyang dibiarkan saja. Lalu bagian permukaan loyang dilapisi kertas roti. Sebelum dimasukkan ke loyang, adonan diaduk terlebih dahulu karena biasanya akan sedikit mengendap. Masukkan sekitar adonan sekitar 50 ml-100 ml, atau tergantung dengan jumlah lapis yang diinginkan ke dalam loyang. Lalu dipanggang di dalam oven dengan suhu 230 derajat celcius. Setidaknya dibutuhkan waktu 5-7 menit untuk memanggang tiap lapisan. Biasanya pada lapisan pertama akan muncul gelembung. Untuk mengatasinya, kue ditusuk-tusuk dengan lidi lalu dirapikan dengan alat penekan lapis legit. Lakukan terus sampai adonan habis. Amelia mengatakan dirinya menjual satu loyang kue kojo lapis yang menurutnya sama dengan penjual kue basah lainnya di Palembang. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, warga Sematang Borang Palembang ini mengaku jarang menerima pesanan kue ini untuk satu loyang penuh. Biasanya dicampur dengan kue basah lainnya seperti maksuba, delapan jam dan lapis legit. “Jadi bisa dapat bermacam-macam. Harganya tetap sama Rp350 ribu per loyang,” kata dia. Sisca, penjaga anjungan Bunda Rayya’, toko kue yang khusus menjual kue basah bingen asal Palembang, mengatakan setiap menjelang Lebaran terjadi peningkatan permintaan sebanyak tiga kali lipat. Toko yang dikenal sebagai penjual kue-kue khas Palembang ini, biasanya akan menutup pesanan kue dari konsumen pada dua pekan menjelang Lebaran. “Saat ini masih bisa, tapi sebentar lagi sudah tutup orderan. Pesan bisa pesan via online nanti dikirim sudah dekat Lebaran,” kata dia yang dijumpai dalam kegiatan bazar Ramadhan yang diselenggarakan Bank Syariah Indonesia di halaman Masjid Agung Palembang, Minggu 10/4. Beraneka ragam kue basah dijual di toko ini, yakni maksuba, kojo lapis, delapan jam dan lapis legit dengan harga per loyang Selain itu, toko ini juga memiliki kue basah andalan yang merupakan hasil inovasi pemiliknya yakni Makjola Maksuba Kujo Lapis. Berbeda dengan buatan Amelia yang dipisahkan, tapi kue Makjola ini mengabungkan maksuba dan kujo lapis dalam satu irisan kue. Sungguh demikian menggugah selera untuk mencicipinya. Baca juga Permintaan jajanan madumongso meningkat di Ramadhan Baca juga Nasi jaha takjil favorit warga Ternate Baca juga Menikmati hidangan langka warisan Nusantara untuk Ramadhan Baca juga Lima kuliner lokal khas Kalbar patut dibeli di Kampong RamadhanEditor Subagyo COPYRIGHT © ANTARA 2022

kue lapis agar palembang