Akhirnyabaik kepada yang berilmu dan yang mencari ilmu, Ali mengingatkan: Pelajarilah ilmu dan ajarkanlah kepada manusia. Pelajarilah kemuliaan diri dan kehormatan diri. Bersikap rendah hatilah kepada orang yang mengajari dan yang kau ajari. Janganlah menjadi seorang berilmu yang sewenang-wenang agar ilmumu tidak dikalahkan oleh kebodohan. ADVERTISEMENT Ali bin Abi Thalib lahir pada 17 Maret 600 masehi atau bertepatan dengan 13 Rajab tahun 23 sebelum hijriah. Ia tinggal di rumah yang pernah ditempati Nabi selama 42 tahun, yakni rumah Abu Thalib yang merupakan ayah angkat Rasulullah. Selama menjadi sahabat Rasulullah dan khalifah umat Islam, Ali adalah sosok yang begitu mulia. Ali bin Abi Thalib adalah seorang sahabat yang sangat jenius. Ia dibesarkan oleh Nabi Muhammad Saw. dan berkesempatan menemani Nabi selama 30 tahun. Ibnu Ishaq menceritakan dari Mujahid bin Jabir bahwa ketika suku Quraisy didera krisis pangan, Abu Thalib memiliki banyak tanggungan anak. KhalifahAli berusaha untuk mengatasi kekacauan-kekacauan didalam negeri. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Latar Belakang dari Khalifah Ali bin Abi Thalib? 2. Bagaimana Proses Pengangkatan Khalifah Ali bin Abi Thalib? 3. Bagaimana Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib? 4. Bagaimana Peradaban pada Masa Ali bin Abi Thalib? 5. DalamTarikh Al-Ya'qubi dikatakan: 'Ali bin Abi Thalib ra. menggantikan Usman sebagai khalifah dan Ali bin Abi Thalib ra. dibaiat oleh Thalhah ra, Zubair ra, Kaum Muhajirin dan Anshar. Sedangkan orang yang pertama kali membaiat dan menjabat tangannya adalah Thalhah bin Ubaidillah ra. 3. Strategi Kepemimpinan Khalifah Ali bin Abi Thalib ImamAli bin Abi Thalib adalah khalifah rasyid yang keempat. Keutamaan dan keistimewaannya adalah sesuatu yang tidak diragukan lagi kecuali pEjf4. Ali bin Abi Thalib adalah anak dari paman Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam, Abu Thalib. Sejak kecil, Ali dididik dan dibesarkan oleh Rasulullah, menjadikan dia tumbuh sebagai orang yang berakhlak mulia serta cerdas. Dia kemudian menikah dengan salah satu putri Rasulullah, Fatimah. Banyak sifat baik dari Ali bi Abi Thalib yang bisa diteladani, berikut 5 Amanah dan bertanggung jawabilustrasi seorang pemimpin yang amanah DarmelSebagai seorang manusia dan pemimpin umat, Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai seorang yang amanah dan bertanggung jawab. Rasulullah sering mempercayakan Ali untuk menyampaikan pesan-pesan penting dan Ali selalu memenuhinya dengan Ali diangkat menggantikan khalifah sebelumnya, dia terkenal sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Dia memperhatikan kesejahteraan rakyatnya dan selalu mengingatkan mereka untuk bertakwa kepada Pemimpin yang dekat dengan rakyatnyailustrasi seorang pemimpin muslim sedang berceramah AdilSebagai seorang pemimpin, Ali sangat dekat dengan rakyat. Dia tidak pernah melupakan rakyatnya, terutama yang miskin dan membutuhkan sering mengunjungi pasar hanya agar lebih dekat dengan rakyat kecil dan menasihati mereka tentang ketakwaan. Ali juga sering menyurati bawahannya dan mengingatkan mereka untuk melayani rakyat dengan sebaik-baiknya, karena bagi Ali tugas seorang pemimpin adalah memajukan kemakmuran Hidupnya sederhana dan zuhudilustrasi seorang berpakaian sederhana menuju masjid AldyrkhanovSalah satu sikap Ali yang dikenal luas dan dicintai semua orang adalah kezuhudannya dan kesederhanaan hidupnya. Walaupun sebagai pemimpin dia berhak mendapatkan sejumlah fasilitas dan harta, tetapi dia memilih untuk tidak menggunakannya. Kesederhanaan Ali salah satunya terlihat dari pakaian yang dikenakannya. Dia selalu memakai pakaian yang kasar bahannya dan bertambal. Ketika sahabat-sahabatnya bertanya mengapa dia tidak memakai pakaian yang lebih lembut, Ali menjawab, "Pakaian ini menghilangkan kebanggaan dariku, membantuku khusyuk di dalam shalat, dan teladan yang baik bagi manusia agar mereka tidak berlebih-lebihan." Baca Juga 5 Quotes Ali bin Abi Thalib yang Bikin Kamu Bangkit dari Kegagalan 4. Seorang yang pemberaniilustrasi muslim bersiap berperang أخٌ‌في‌اللهWalaupun berpakaian sederhana, tetapi keberanian Ali jauh dari kata sederhana. Dia tidak pernah takut mati demi membela dan menegakkan satu contoh keberaniannya adalah saat dia menggantikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam tidur di tempat tidurnya untuk mengecoh orang-orang yang ingin membunuhnya. Saat itu Ali mempertaruhkan nyawanya hanya dengan bekal tawakal kepada Allah. Ali juga hampir selalu ikut dalam peperangan membela Islam, dan ketika berduel dengan musuhnya, Ali selalu menang. 5. Berilmu tinggi dan cerdasilustrasi seorang sedang membaca buku berbahasa arab Pogung DalanganSejak kecil, Ali yang dididik langsung oleh Rasulullah ini dikenal cerdas dan berilmu. Rasulullah sendiri bahkan berkata, "Aku adalah gudang ilmu pengetahuan, dan Ali adalah gerbangnya." Ali selalu sungguh-sungguh dalam menerima dan memahami apa yang Rasulullah bin Abi Thalib dikenal sebagai ahli hukum pada zamannya. Berbagai permasalahan rumit dan pelik yang diserahkan ke Ali selalu berhasil dipecahkan dengan baik. Khalifah Umar dan istri Rasulullah Aisyah sering meminta bantuannya untuk memecahkan masalah yang mereka begitu banyak sifat baik Ali bin Abi Thalib, tidak heran kalau Rasulullah berkata bahwa Ali akan dicintai oleh orang mukmin. Ali juga termasuk salah satu sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Semoga kita dapat meneladan sifat baik Ali bin Abi Thalib ini ya! Baca Juga Kisah Ali bin Abi Thalib, Juru Tulis Nabi Berjuluk Gerbang Pengetahuan IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. home kecerdasan ali bin abi thalib Hikmah Sabtu, 18 Maret 2023 - 1948 WIB Tidak ada khalifah yang paling mencintai ukhuwwah, ketika orang berusaha menghancurkannya, seperti Ali ibn Abi Thalib. Baru saja dia memegang tampuk pemerintahan, beberapa orang tokoh sahabat melakukan pemberontakan. Hikmah Kamis, 17 Oktober 2019 - 1857 WIB Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu 599-661 adalah Khalifah keempat terakhir dari Khulafa Ar-Rasyidun yang berkuasa sekitar 4-5 tahun. Hikmah Minggu, 19 Desember 2021 - 0716 WIB Dalam politik Muawiyah adalah rival Ali bin Abi Thalib. Meski begitu, Muawiyah yang akhirnya menjadi pemenang tak bisa menahan air matanya ketika mendengar tentang kebaikan Ali bin Abi Thalib. Tausyiah Jum'at, 16 Desember 2022 - 1650 WIB Kebanyakan manusia menganggap rezeki itu selalu uang dan materi, padahal karunia Allah sangat luas. Ada 2 dua kategori rezeki menurut sahabat Ali bin Abi Thalib. Hikmah Kamis, 08 September 2022 - 1145 WIB Tatkala menusuk Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan pedangnya Ibnu Muljam berseru Tidak ada hukum kecuali hukum Allah, bukan milikmu atau orang-orangmu wahai Ali. Hikmah Jum'at, 05 Maret 2021 - 1847 WIB Muawiyah berkata kepada Said Demi Allah, aku akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Ibnu Abbas yang kira-kira ia tidak akan mampu menjawabnya. Tips Minggu, 23 Oktober 2022 - 0844 WIB Rasulullah SAW telah mengajarkan sejumlah doa kepada Ali bin Abi Thalib. Doa tersebut kemudian diajarkan Ali kepada para sahabat yang lain. Berikut ini adalah 2 doa yang diajarkan Nabi Muhammad kepada menantunya itu. Hikmah Senin, 25 Januari 2021 - 0639 WIB Kekuatan anti Ali bin Abi Thalib mempunyai tujuan ganda menuntut balas atas kematian Utsman bin Affan dan menggulingkan Ali bin Abi Thalib dari kedudukannya sebagai Amirul Mukminin. Hikmah Selasa, 09 Agustus 2022 - 1614 WIB Sejarawan mengatakan bahwa pernikahan Ali bin Abi Thalib ra dengan Fatimah binti Rasulullah SAW ra terjadi pada bulan Muharram tahun ke-3 Hijriah. Hikmah Selasa, 10 November 2020 - 1308 WIB Ketika Rasulullah hendak mulai berbicara, menurut Ali, beliau didahului oleh Abu Lahab. Abu Lahab berkata kepada hadirin dengan sinis Kalian benar-benar sudah disihir oleh saudara kalian! Hikmah Minggu, 10 Oktober 2021 - 2014 WIB Belajarlah bagaimana bersikap tulus dari Ali sang singa Allah, bebas dari segala keburukan Dalam pertempuran, dia mengalahkan musuh kemudian menghunus pedangnya untuk melancarkan tebasan terakhir. Hikmah Sabtu, 07 November 2020 - 1159 WIB Menurut Al Bashri, nama Abu Turab ini di kemudian hari oleh orang-orang Bani Umayyah dijadikan bahan ejekan guna merendahkan martabat Khalifah Ali RA. Hikmah Rabu, 03 Maret 2021 - 0500 WIB Waktu Husein tiba di depannya, Ali bin Abu Thalib segera mengambil cambuk, tetapi Al Husein cepat-cepat berkata Demi hak pamanku, Jafar! Hikmah Sabtu, 13 Februari 2021 - 2031 WIB Menurut berbagai sumber riwayat, sejak terjadinya pembunuhan terhadap Muhammad bin Abu Bakar, Sitti Aisyah tidak mau lagi makan panggang daging sampai akhir hayatnya. Hikmah Senin, 22 Juni 2020 - 1745 WIB Salah satu keistimewaan Ali bin Abi Thalib adalah orang kedua memeluk Islam, setelah Sayyidah Khadijah istri Nabi Shallallahu alahi wa sallam. Selain keistimewaan itu, ada 5 karomah Sayyidina Ali. Hikmah Senin, 29 April 2019 - 1659 WIB Kisah ini merupakan kisah nyata yang dialami seorang tokoh ulama di Hadramaut Yaman bernama Habib Idrus bin Husien Al-Alaydarus yang diakui kewaliannya. Hikmah Kamis, 11 Februari 2021 - 1533 WIB Keesokan harinya Ali bin Abu Thalib berangkat ke Jaraah. Setibanya di sana ia berhenti menunggu sampai tengah hari. Ternyata hanya 100 orang saja yang datang hendak mengikuti. Hikmah Minggu, 07 Februari 2021 - 1822 WIB Politik tahkim itu benar-benar hanya tipu muslihat Muawiyah sehingga melahirkkan kelompok kontra tahkim dalam pasukan Ali bin Abu Thalib. Mereka menggugat, dan melemparkan segala kesalahan kepada Ali. Hikmah Senin, 09 November 2020 - 0800 WIB Pada saat krisis itu, Nabi Muhammad SAW telah berumah tangga dengan Siti Khadijah binti Khuwalid. Keluarga Nabi sangat berkecukupan. Siti Khadijah adalah saudagar kaya. Tausyiah Rabu, 21 April 2021 - 0335 WIB Pendeta yang bertanya itu berdiri lagi. Lalu berkata Hai Ali, jika yang kau katakan itu benar, coba sebutkan nama enam orang yang menjadi pembantu-pembantu raja itu! ’Ali bin Abi Thalib adalah seorang sahabat yang sangat jenius. Ia dibesarkan oleh Nabi Muhammad Saw. dan berkesempatan menemani Nabi selama 30 tahun. Ibnu Ishaq menceritakan dari Mujahid bin Jabir bahwa ketika suku Quraisy didera krisis pangan, Abu Thalib memiliki banyak tanggungan anak. Nabi Saw. pun berinisiatif membantu mereka dengan mengajak pamannya yang kaya di antara Bani Hasyim, yaitu ’Abbas. Kata Nabi, ”Paman, Abu Thalib memiliki banyak keluarga yang harus ditanggungnya. Padahal, seperti engkau lihat sendiri, kita semua sedang mengalami kesulitan hidup. Bagaimana kalau kita menemui Abu Thalib dan membantunya meringankan bebannya. Aku akan mengasuh salah satu anaknya, dan engkau juga akan mengasuh satu anaknya”.Table of Contents Show 1. Belajar Langsung kepada Rasulullah saw2. Belajar dengan Sungguh-Sungguh3. Berguru Pada Ahlinya4. Mengikat Ilmu dengan Menuliskannya5. Merangkai Kata-Kata Indah6. Memahami kemampuan Diri7. Mengamalkan IlmunyaVideo yang berhubungan ’Abbas menerima ajakan Nabi tersebut. Mereka berdua pun pergi ke rumah Abu Thalib. Setelah bertemu Abu Thalib, mereka berdua berkata, ”Kami berdua ingin membantumu meringankan beban keluargamu dengan mengasuh anak-anakmu sampai keadaan yang sulit ini pulih kembali.” Abu Thalib menjawab, ”Tinggalkan ’Aqil bersamaku di sini. Masing-masing kalian boleh memilih selain dia”.Setelah itu, Nabi membawa ’Ali sedangkan ’Abbas membawa Ja’far untuk dirawat dan dididik. Sejak itu, ’Ali hidup bersama Nabi Muhammad hingga Allah mengangkat beliau menjadi Nabi dan Rasul. ’Ali pun mengikuti beliau, beriman kepada beliau dan membenarkan risalah beliau. Sedangkan Ja’far tinggal bersana ’Abbas sampai ia masuk Islam dan bisa hidup adalah salah satu intelektual terbesar di antara para sahabat Nabi. Sebagaimana Aristoteles, beliau juga dikenal sebagai bapak ilmu pengetahuan Islam. Di dalam kitab Izalat Al-Khifa’, Shah Waliyullah memuji intelektualitas ’Ali yang tinggi sebagai akibat didikan yang diberikan Nabi. Kenyataan ini dikuatkan oleh pernyataan Nabi sendiri, ”Aku adalah gudang ilmu pengetahuan dan ’Ali adalah gerbangnya”. Ia juga dianggap sebagai ahli tafsir. Selama 6 bulan pertama kekhalifahan Abu Bakar, ia mengatur bab-bab Al-Qur’an menurut urutan waktu turunnya wahyu.’Ali juga dikenal sebagai seorang mujtahid dan pakar hukum pada zamannya. Ia mampu menyelesaikan hal-hal yang pelik dan yang paling musykil sekalipun. Bahkan ’Umar dan sayyidah ’Aisyah menyampaikan berbagai kesulitan yang mereka hadapi kepada beliau. Dikisahkan, pada suatu waktu 2 perempuan bertengkar memperebutkan seorang bayi laki-laki. Masing-masing menyatakan bahwa bayi itu adalah anaknya. Kedua perempuan itu lalu dibawa menghadap ’Ali. Sesudah mendengarkan penjelasan masing-masing dari kedua perempuan tersebut, ia memerintahkan agar bayi itu dipotong-potong. Mendengar hal itu, seorang di antara perempuan tadi langsung menangis dan dalam linangan air mata memohon kepada khalifah untuk menyelamatkan si bayi dan dialah ibu si bayi yang sesungguhnya. ’Ali langsung memberikan bayi itu pada ibunya, dan menghukum perempuan yang satunya lagi. ’Umar pernah mengomentari ’Ali sebagai berikut, ”Semoga Allah melindungi; kita boleh saja menghadapi isu yang kontroversial, tetapi ’Ali selalu bisa menyelesaikannya.”Suatu hari, seorang wanita jatuh cinta kepada seorang pemuda dari sahabat Anshar. Karena pemuda itu tidak mau memenuhi keinginannya, wanita tersebut melakukan tipu muslihat terhadap pemuda tadi. Dia mengambil telur, kemudian kuning telurnya dia buang dan putih telurnya ia tumpahkan ke kedua paha dan itu kemudian datang kepada khalifah Umar bin al-Khatthab sambil berteriak, “Laki-laki ini telah memperkosa saya dan mempermalukan saya pada keluarga saya. Ini adalah bekas bertanya kepada beberapa wanita, mereka menjawab, “Di badan dan pakaiannya ada bekas sperma.” Umar berniat akan menghukum pemuda itu, tetapi ia memohon pertolongan seraya berkata, “Wahai amirul mukminin, hendaknya Anda lihat dulu perkara saya. Demi Allah, saya tidak melakukan zina dan tidak pernah berniat melakukannya. Dia merayu saya, lalu saya menjaga diri.”Mendengar penjelasan itu, Umar memanggil Ali dan bertanya, “Wahai Abu al-Hasan, bagaimana pendapat Anda mengenai perkara mereka berdua?.” Ali kemudian melihat cairan yang ada di baju di wanita. Dia meminta diambilkan air panas yang mendidih. Ketika Ali menuangkan air ke baju wanita tersebut, ternyata putih telur itu mengkristal. Ali kemudian mengambilnya, menciumnya dan mencicipinya. Dengan demikian, Ali tahu bahwa yang ada di baju wanita itu bukan sperma, tetapi putih telur yang sengaja ditumpahkan untuk menjebak pemuda yang dicintainya tadi. Ali lantas mengancam wanita tersebut hingga akhirnya mengakui perbuatannya. kecerdasan khalifah ali bin abi thalib itu membaca al quran maaf bila ada kesalahan Bertepatan dengan di mulainya kembali proses pembelajaran, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan tanggal 13 Juli 2020 sebagai hari dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021. Oleh karena itu, perlu kita mengulas kembali tentang enam hal sebagai modal dalam mencari ilmu. Syaikh Az-Zarnuji di dalam kitabnya Ta’lim Muta’allim membahas sebuah syair dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, yang artinya “Ingatlah! Engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memenuhi enam syarat. Saya akan memberitahukan secara lengkap, yaitu Kecerdasan, kemauan, sabar, biaya, bimbingan guru dan waktu yang lama”. Poin pertama yang disebutkan adalah kecerdasan. Pada tulisan ini akan dibahas terkait dengan 7 Rahasia Kecerdasan Ali bin Abi Thalib. 1. Belajar Langsung kepada Rasulullah saw Rahasia kecerdasan Ali bin Abi Thalib yang pertama adalah belajar langsung kepada Rasulullah Saw. sejak usia 6 tahun, ia tercatat sebagai anak angkat dan hidup satu atap bersama Rasulullah saw. Sejak usia anak-anak Ali telah mendapat pengasuhan dan pendidikan langsung di dalam keluarga Rasulullah saw. Tidak hanya itu, dengan hidup bersama keluarga Rasulullah saw, ia dengan sendirinya juga dapat mengamati dan mempelajari apa saja yang berkaitan dengan Rasulullah saw beserta keluarganya, baik yang berhubungan dengan tingkah laku maupun ucapan. Rasulullah saw benar-benar mendidik Ali. Hal ini terlihat tatkala beliau semakin dekat untuk menerima gelar kenabian. Ali sering diajak oleh beliau untuk menyepi di gua Hira. Bahkan, Ali juga diajak untuk mendaki bukit-bukit sekeliling Makkah untuk menikmati keindahan dan keunikan bukit serta merenungkan kebesaran ciptaan Allah swt. Oleh karena itu, Tak heran apabila kecerdasan dan kedalaman dalam ilmu Agama Islam seorang Ali tidak diragukan. Bahkan Nabi bersabda “Aku adalah pintunya Ilmu, dan Ali adalah kuncinya”. 2. Belajar dengan Sungguh-Sungguh Rahasia kecerdasan Ali bin Abi Thalib yang kedua adalah menanamkan kesungguhan dalam belajar atau belajar dengan sungguh-sungguh. Kesungguhan dalam belajar telah menjadikannnya memiliki kecerdasan luar biasa. Kesungguhan Ali bin Abi Thalib dalam belajar terlihat dengan nyata tatkala ia berada di bawah asuhan Rasulullah saw. Ia sering mengamati apa yang dikerjakan oleh Rasulullah saw kemudian memikirkannya dengan sungguh-sungguh. Dari kesungguhannya dalam belajar kepada Rasulullah saw ia sejak kecil tidak pernah sedikitpun mengikuti tingkah laku orang-orang jahiliah yang banyak disekelilingnya. Ia tidak pernah melakukan zina sebagaimana orang jahiliah melakukannya. Ia tidak menyembah berhala sebagaimana orang-orang jahiliah melakukannya. Padahal ia hidup di tengah orang-orang jahiliah. Ihwal kesungguhan Ali bin Abi Thalib dalam belajar kepada Rasulullah saw telah menjadikannya sebagai orang pertama dari golongan anak-anak yang masuk Islam. Ia tanpa ragu sedikitpun dalam menyatakan kesetiannya kepada Rasulullah saw untuk memeluk agama Islam yang sudah didakwahkan oleh beliau secara terang-terangan. Ia menyatakan masuk Islam kurang lebih ketika usianya masih 10 tahun. 3. Berguru Pada Ahlinya Rahasia kecerdasan Ali bin Abi Thalib yang ketiga adalah berguru pada ahlinya atau belajar kepada ahlinya. Telah dikatakan bahwa ia sejak kecil berada dalam asuhan Rasulullah saw, jadi ia benar-benar berguru kepada ahlinya. Tentu saja, tidak perlu dipertanyakan dan dibahas mengenai keahlian Rasulullah saw di bidang ilmu. Rasulullah saw merupakan manusia yang tiada tandingannya sepanjang sejarah. Sehingga, tak heran, jika Michael Hart, penulis buku terkenal “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah”, meletakkan Nabi Muhammad saw sebagai tokoh pertama yang meraih kesuksesan luar biasa, baik di bidang agama maupun ruan lingkup dunia. Penting untuk diketahui, seorang guru sangat menentukan bagi kecerdasan dan keberhasilan muridnya. Guru yang benar-benar ahli di bidang yang diajarkannya dapat memudahkan muridnya untuk memahami isi pelajaran yang disampaikannya. Sebaliknya, sangat sulit bagi seorang guru untuk memberikan pemahaman pelajaran yang valid dan utuh kepada muridnya jika ia sendiri tidak menguasai atau tidak ahli di bidang yang dikerjakannya. Sayyidina Ali benar-benar orang yang sangat beruntung. Karena ia dapat belajar langsung kepada ahli ilmu, bahkan gudang ilmu itu sendiri. Hasil belajar kepada ahlinya sangat dirasakan betul olehnya. Ia menjadi ahli di bidang ilmu hukum fiqh, ketuhanan teologi, bahasa dan sastra, kebijaksanaan, keberanian, dan lain-lain. Semuanya di dapat dari sang guru ahli, Rasulullah saw. Ringkasnya ketika kita mau belajar ilmu apa pun hendaknya kita belajar kepada ahlinya, karena dengan belajar kepada ahlinya kita akan mendapatkan pencerahan. Jangan sekali-kali kita belajar suatu ilmu kepada yang bukan ahlinya, karena akan mengarahkan kepada kesesatan. 4. Mengikat Ilmu dengan Menuliskannya Ali bin Abi Thalib berkata “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”. Perkataan tersebut sangat pouler di kalangan intelektual Muslim. Karena, kata tersebut sangat terbukti kebenarannya dan dapat menginspirasi semua orang untuk menjadi intelektual yang dikenang kecerdasan Ali bin Abi Thalib selanjutnya adalah senantiasa mengikat ilmu berupa Alquran agar tetap abadi sepanjang masa, baik sebagai ilmu atau untuk bacaan dalam ibadah, selalu menuliskannya. Pasca wafatnya Nabi saw, ia mengumpulkan dan menulis Alquran sehingga ia tidak pernah keluar dari rumahnya, kecuali hanya untuk mengikuti shalat jamaah. Terkait dengan keterangan ini, Hernowo penulis buku Mengikat Makna dengan cukup padat menuliskan pekerjaan Ali bin Abi Thalib dalam menulis Alquran. “Imam Ali mengumpulkan ayat-ayat Alquran sesuai dengan urutannya ketika diturunkan. Dicatatnya juga mengenai jenis ayat yang memiliki pengertian umum dan khusus, yang mutlak dan yang muqayyad, yang muhkan dan yang mutasyabih, yang nasikh dan yang mansukh, yang azimah ketentuan tugas untuk dilaksanakan dan yang termasuk rukhshah kelonggaran untuk memudahkan. Selain itu, disusun pula etika dan cara-cara membaca dan mempelajari, serta tentang asbabun-nuzulnya”. Baca Juga Dilantik sebagai Khalifah, Umar bin Abdul Aziz MenangisSelain dengan cara itu, apa yang ia khutbahkan atau sampaikan di depan umum, banyak orang yang menghafalkannya kemudian menuliskannya. Kumpulan khutbah, kata-kata mutiara, surat-surat, syair, dan lain-lain ditulis dan dikumpulkan dalam satu buku terkenal yang dinisbahkan kepada Ali bin Abi Thalib, yaitu buku yang diberi judul Nahjul Balagahah. Ali bin Abi Thalib senantiasa mengikat ilmu dengan menuliskannya serta memerintah agar orang-orang juga mengikat ilmunya dengan menuliskannya. Hal ini merupakan rahasia kecerdasannya. Oleh karena itu , jika kita ingin cerdas seperti Ali bin Abi Thalib, maka ikatlah ide-ide yang muncul dari kecerdasan anda dengan menuliskannya. 5. Merangkai Kata-Kata Indah Merangkai kata-kata indah merupakan salah satu cara menstimulasi otak agar cerdas. Ali bin Abi Thalib sangat pandai merangkai kata-kata indah sehingga tak menutup kemungkinan kecerdasannya yang luar biasa dikarenakan ia terbiasa membaca, belajar, dan merangkai kata-kata indah. Telah dikatakan bahwa ia belajar pada Alquran dan hadis. Sementara, Alquran dan hadis mengandung kata-kata indah. Jadi, kepandaian Ali bin Abi Thalib dalam merangkai kata-kata indah tidak lepas dari apa yang sering ia baca dan pelajari. Ali bin Abi Thalib dengan kata-katanya yang indah telah menumbuhkan kecerdasannya dengan baik dan indah. Sekaligus ia telah mendorong pembacanya untuk ikut cerdas dan memiliki kecerdasan yang indah. Dengan kata lain, kata-kata indah dapat menumbuhkan moralitas dalam diri seseorang. 6. Memahami kemampuan Diri Orang yang berilmu, kata Ali bin Abi Thalib adalah yang mengetahui kemampuan dirinnya dan cukuplah seseorang dikatakan bodoh jika ia tidak mengetahui kemampuan dirinya. Dengan demikian, mengetahui kemampuan diri sendiri adalah ciri orang yang berilmu. Bagaimana orang yang berilmu mengetahui kemampuan dirinya? Mengetahui ilmu yang ada di dalam diri adalah satu dari sekian rahasia kecerdasan Ali bin Abi Thalib. Ia mengenali dan memahami ilmu yang berada di dalam dirinya. Dengan pengetahuan itu, ia dapat mengukur sejauh mana kemampuannya dan terdorong untuk terus meningkatkan kecerdasannya. Baginya, orang yang memiliki ilmu adalah orang yang tahu terhadap kemampuan yang dimilikinya. Dengan mengetahui kemampuan atau ilmu yang ada dalam diri, maka ia akan mengamalkannya dan akan bertindak sebagaimana ilmunya. Baca Juga ISIS dan Arab SpringSebenarnya, mengetahui ilmu yang ada di dalam diri, jika merujuk kata-kata Ali bin Abi Thalib, adalah sebuah cara untuk menyadarkan diri bahwa di dalam diri terdapat ilmu yang dicerap. Tatkala kesadaran semacam ini tumbuh, akan timbul pertanyaan, hendak diapakan ilmu yang ada di dalam diri? Apakah hendak dilupakan atau diamalkan? Jika ilmu dilupakan atau pura-pura dilupakan, maka ia akan bertindak seperti orang bodoh. Jika diamalkan, maka disitulah hasil dari mengetahui ilmu yang ada di dalam diri dan akan tampak bahwa dirinya adalah orang yang berilmu. 7. Mengamalkan Ilmunya Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. Seseorang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya, sama saja dengan orang yang tidak memiliki ilmu. Bahkan, ilmunya akan menjadi beban bagi orang yang tidak mengamalkannya. Selain itu, menurut Ali bin Abi Thalib, ilmu yang tidak diamalkan cenderung akan meninggalkan pemiliknya. Kalau harta tidak bermanfaat mungkin tidak akan lari dari pemiliknya. Tetapi kalau ilmu yang tidak diamalkan, ia akan lari dari pemiliknya. Ali ra berkata, “Ilmu berhubungan dengan amal, ilmu memanggil amal Jika ia amal menyambut panggilannya..; bila tidak menyambutnya, ia akan berpindah darinya.” Inilah sebenarnya salah satu rahasia kecerdasan Ali bin Abi Thalib. Ia memiliki ilmu kemudian mengamalkannya. Ilmu yang diamalkan akan tetap bersama pemiliknya. Ali tetap bertahan dengan ilmunya karena ia mengamalkannya. Sementara ilmu yang tidak diamalkan akan meninggalkan pemiliknya. Ali tidak akan pernah ditinggalkan oleh ilmunya karena ia terus menagamalkannya sepanjang hidupnya. Demikianlan 7 rahasia kecerdasan Ali bin Abi Thalib yang sangat luar biasa. Semoga memberikan inspirasi kepada kita semua dan kita dapat mengamalka yang yang telah dicontohkan oleh Ali bin Abi Thalib tersebut. Sehingga kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, yang akan menjaga kita di dunia hingga akhirat. RujukanMayskur Arif Rahma, Rahasia Kecerdasan Ali bin Abi Thalib si super jenius kisah-kisah inspiratif kecerdasannya, Yogyakarta Diva Press, 2013Hernowo, Mengikat Makna Update Bandung Kaifa, 2009Muhammad Ahmad Isa, Para Penggenggam Surga Biografi Intelektual Pendamping Rasul tercinta pada Masa Peradaban Islam, Bandung Mizania, 2016

bagaimanakah kecerdasan yang dimiliki khalifah ali bin abi thalib